BRMP TANAMAN PANGAN GELAR BIMTEK BUDIDAYA JAGUNG TERSTANDAR DI LOMBOK TENGAH
Lombok Tengah, 20 November 2025 — Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan (BRMP Tanaman Pangan) melalui Program ICARE resmi menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Jagung Terstandar di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang digelar melalui Klinik Modernisasi Pertanian ini dihadiri oleh berbagai unsur strategis, antara lain Kepala BRMP Tanaman Pangan, Kepala BRMP Serealia, Kepala BRMP NTB, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Kepala UPT HPT dan Keswan Kecamatan Jonggat, Kepala Desa Puyung, Babinsa Desa Puyung, Koordinator Penyuluh, serta para penyuluh dan petani dari berbagai wilayah.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala BRMP NTB, Dr. Awaludin Hipi, yang menegaskan peran BRMP dalam mendiseminasikan teknologi pertanian modern dan mendorong integrasi serta hilirisasi komoditas jagung dan ayam untuk memperkuat sistem pangan daerah. Sambutan dilanjutkan oleh Kepala BRMP Tanaman Pangan, Dr. Haris Syahbuddin, DEA, yang menekankan pentingnya peran strategis jagung NTB terhadap PDRB daerah. Ia juga menegaskan bahwa peningkatan produktivitas harus ditunjang oleh pemanfaatan teknologi dan standarisasi, serta memastikan komitmen BRMP dalam mendukung petani melalui Bimtek, layanan konsultasi, dan demplot pada Klinik Modernisasi Pertanian.
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Ir. Muhammad Kamrin. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa pembangunan pertanian harus dilakukan secara holistik, mulai dari penguatan sektor hulu hingga hilir, agar petani memperoleh nilai tambah yang optimal.
Pada sesi penyampaian materi, Kepala BRMP Serealia, Dr. Amin Nur, membawakan paparan bertajuk “Optimalisasi Budidaya Jagung Terstandar pada Musim Tanam Ketiga di Nusa Tenggara Barat Menuju Swasembada Pangan Nasional.” Ia menjelaskan penerapan Good Agricultural Practices (GAP), Good Handling Practices (GHP), serta strategi teknis untuk meningkatkan hasil jagung pada musim tanam ketiga yang kerap menghadapi tantangan iklim.
Materi berikutnya disampaikan oleh Fitria Zulhaedar, M.Si., yang memaparkan penggunaan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) sebagai dasar penyusunan rekomendasi pemupukan spesifik lokasi. Pada sesi tersebut, peserta juga terlibat dalam praktik langsung pengambilan sampel tanah dan analisis menggunakan PUTK, sehingga memperoleh pengalaman aplikatif yang dapat diterapkan di lapangan.